 |
Foto: Edwin/REL
Salah seorang anggota PPK tengah mengajukan
interupsi terkait masih dilanjutkannya Rapat Pleno DPT Jumat (13/9) kemarin.
|
REL,
Tebing Tinggi – Rapat pleno KPU Empat Lawang dengan agenda penetapan Daftar
Pemilih Tetap (DPT) Pemilu Legislatif tahun 2014 yang dilaksanakan di aula
Hotel Kito kemarin terpaksa ditunda. Hal ini dikarenakan Panitian Pemilihan
Kecamatan (PPK) belum seluruhnya siap menyampaikan data DPT mereka. KPU menunda
penetapan DPT pada hari Senin (16/9) mendatang.
Ketua
KPU Empat Lawang Muroimin Zahri yang membuka langsung rapat tersebut
mengatakan, tidak ada pilihan selain menunda penetapan karena sejumlah PPK
belum menyiapkan data DPT per kecamatan. Pihaknya berharap dalam dua hari kedepan,
PPK yang belum menyampaikan DPT mereka untuk dapat menyelesaikan rekap akhir
DPT dan melaporkan saat rapat pleno nantinya.
“Jadi
kita tunda hingga hari Senin nanti, dan kita berharap semuanya sudah siap dan
bisa kita plenokan dan tetapkan,” kata Muroimin dijumpai REL di sela-sela pleno
kemarin.
Dikatakannya,
pihaknya sebenarnya menyayangkan adanya sejumlah PPK yang belum siap dengan
data rekap tersebut. Padahal, menurutnya, undangan pleno DPT sudah disebar pihaknya
sejak beberapa hari lalu.
“Tidak
ada yang dipaksakan, tapi memang pada dasarnya mereka yang belum siap dan kita
tidak menduga hal itu,” tandasnya.
Sementara
itu, Komisioner KPU Empat Lawang Divisi Tekhnis, Hermansyah mengakui, memang
secara waktu pelaksanan pleno tersebut belum terlambat. Hanya saja, menurutnya,
alangkah baiknya jika hal tersebut sudah siap dari jauh hari. Mengenai
penundaan sendiri menurutnya hal itu setelah berkoordinasi dengan pihak KPU
propinsi.
“Kita sudah
koordinasikan terlebih dahulu dan penundaan ini juga sudah seizin dari KPU
propinsi,” ujarnya.
Dia
mengatakan dari 10 PPK di Empat Lawang yang sudah siap dengan data akhir
verivikasi DPT baru dua Kecamatan yaitu PPK Saling dan Tebing Tinggi.
Sementara delapan PPK lainya saat ini belum siap. Ketidaksiapan itu sendiri menurutnya
diantaranya karena masih ada penambahan jumlah calon pemilih yang belum
direkap.
“Memang
bisa dilakukan pleno dan ditetapkan yang ada dulu, namun kita sepakati untuk
ditunda Senin nanti, hingga ada rentang waktu PPK yang belum siap untuk
menyiapkan segala sesuatunya,” ujarnya.
Beebeda
lagi, Makmun, anggota PPK Pendopo mengatakan pihaknya sejak mendapatkan
undangan sudah melaporkan kepada pihak KPU bahwa mereka belum siap. Bahkan dari
koordinasi antara sesama PPK sendiri banyak yang menyatakan belum siap. Namun
karena undangan sudah diterima mereka tetap menghadiri rapat tersebut.
“Semestinya
sebelum undangan disebar dan penetapan jadwal koordinasikan terlebih dahulu ke
seluruh PPK, sehingga kondisinya tidak seperti ini dan kami menilai ini
terkesan terlalu dipaksakan,” ujarnya.
Untuk
di Kecamatan Pendopo sendiri menurutnya pihaknya saat ini masih menunggu data
dari beberapa Panitia Pemungutan Suara (PPS) di beberapa desa. Karena
menurutnya dari Daptar Pemilih Sementara (DPS) jelas ada perubahan, seperti
warga yang meninggal termasuk calon pemilih baru yang sudah cukup umur
dan berhak memilih.
“Kita
ingin data yang nanti disampaikan sudah valid dan real sesuai dengan data
dilapangan, jadi memang butuh waktu untuk itu,” tukasnya.
Pelaksanaan
rapat sendiri dari awal sudah kelihatan gelagat belum siapnya beberapa PPK
dengan data mereka. Para peserta juga terlihat kurang antusias untuk
mengikuti rapat tersebut. Awalnya pimpinan rapat menyekor rapat selama 5 menit
untuk berkoordinasi dengan pihak KPU propinsi, kemudian diskor kembali hingga
usai shalat Jumat. Pada sesi kedua rapat dimulai usai shalat Jumat, akhirnya
diambil kesimpulan rapat ditunda hingga Senin mendatang. (Mg02)