Senin, 16 September 2013
Amblas, Kantor Kelurahan Pasar Terancam Ambruk
|
Foto: Edwin/REL
NYARIS
AMBLAS : Kondisi Kantor Kelurahan Pasar Tebing Tinggi. Nampak halaman kantor
hanya sejengkal lagi dari teras kantor. Foto diambil belum lama ini.
|
REL,
Tebing Tinggi - Kantor Pemerintahan Kelurahan Pasar Tebing Tinggi Kecamatan
Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang terancam ambruk. Hal ini dikarenakan tanah
di bawah pondasi bagian depan kantor tersebut sudah ambles karena gerusan air
dari sungai Musi yang mengalir di depan kantor tersebut. Akibat amblesnya tanah
akibat gerusan air, kantor tersebut nyaris tidak memiliki halaman. Bahkan semen
bagian teras kantor tersebut saat ini posisinya sudah menggantung. Jika tidak
segera dilakukan perbaikan, dikhawatirkan bangunan tersebut akan ambruk.
Salah
seorang staf kelurahan tersebut Abu Bakar mengatakan kondisi tersebut sudah
berlangsung tahunan tanpa ada tindakan perbaikan sama sekali. Bukan hanya tanah
dan bagian teras saja, bangunan kantor itu sendiri menurutnya sudah sangat
layak dilakukan perbaikan, termasuk dibagian atap kantor, yang selalu bocor
jika hujan turun.
“Ini
kondisi rill yang ada, kalau soal kekhawatiran dengan kondisi kantor dan
keselamatan kami sendiri jangan ditanya mas,” ujarnya.
Padahal
menurutnya, pihaknya melalui lurah sudah berulang kali menyampaikan permohonan
untuk dilakukan perbaikan, minimal menimbun bagian depan kantor. Hanya saja
menurutnya hingga kini belum ada respon apapun. Pihak terkait menurutnya
seperti pihak kecamatan sudah mengetahui kondisi tersebut. Bahkan anggota DPRD
Empat Lawang sudah berulang kali meninjau kondisi kantor tersebut, namun belum
juga ada tindak lanjut perbaikan.
“Apakah
akan diperbaiki atau akan dipindahkan, hingga kini belum ada jawaban dan setiap
usulan kami termasuk hasil peninjauan anggota DPRD,”jelasnya.
Dengan kondisi
kantor seperti itu menurutnya otomatis mempengaruhi kinerja staf kantor
tersebut. Apalagi saat musim hujan, mereka selalu was-was, khawatir kantor
tersebut ambruk saat mereka sedang ngantor.
Bukan
hanya staf kantor yang mengaku khawatir dan miris dengan kondisi kantor milik
pemerintah tersebut. Har, warga setempat juga mengaku khawatir dengan kondisi
kantor tersebut. Apalagi menurutnya, warga yang berurusan di kantor tersebut
lumayan banyak. Mengingat wilayah tersebut adalah wilayah pasar yang notabene
berpenduduk cukup banyak.
“Kami
tidak habis pikir dengan kondisi kantor seperti ini mas, padahal ini wilayah
kecamatan yang menjadi ibukota kabupaten, bukan daerah pelosok,” tukasnya.
Terkadang
menurutnya, melihat kondisi kantor pemerintah yang dibiarkan seperti itu
menimbulkan rasa pesimis warga kepada pemerintah. Karena menurutnya, jelas
tidak mungkin pemerintah tidak memiliki anggaran untuk memperbaiki kondisi
kantor tersebut. Dengan kondisi seperti menurutnya jelas menimbulkan
pertanyaan.
“Rasional
sajalah mas melihat kondisinya seperti ini, Tebing Tinggi ini sudah jadi kota
dan dekat dengan pusat pemerintahan di Empatlawang ini,” tandasnya.
Pantauan
dilapangan, selain bagian tanah yang ambles karena gerusan air sungai Musi.
Bagian depan atap kantor sudah rapuh. Kayu pada bagian atap dan gentengnya
banyak yang sudah lepas. Selain itu akses menuju kantor tersebut juga sangat
sempit, hanya bisa dilewati dengan sepeda motor. Padahal jaraknya hanya beberapa
puluh meter dari Jalinsum. (Mg02)
Komisioner Dan PNS KPUD Jarang Ngantor
|
Foto:
Olish/REL
TERTUTUP: Kantor KPUD Empat Lawang tertutup rapat meskipun di hari kerja.
|
REL,
Tebing Tinggi - Pasca pelantikan bupati dan wakil
Bupati Empat Lawang periode 2013-2018, komisioner dan pegawai negeri sipil KPUD
Kabupaten Empat Lawang jarang ngantor.
Berdasarkan pengamatan
koran REL beberapa minggu ini memang kantor KPUD Empat Lawang tertutup, dan di
salah satu akses pintu masuknya dipasang meja tepat di depan pintu depan kantor
KPUD Kabupaten Empat Lawang.
Masyarakatpun
mengeluhkan dengan ulah komisioner dan PNS KPUD Kabupaten Empat Lawang, apalagi
di penghujung tahun ini sudah mulai tahapan pencalonan legislative periode
2014-2019.
Masyarakat Kecamatan
Tebing Tinggi, Guntur mengungkapkan KPUD harus aktif dalam mensosialisasikan
calon legislative yang ada ke masyarakat kabupaten Empat Lawang, seperti
diketahui di daerah lain di beberapa tempat ditempel calon-calon legislative
yang ada.
Jangan sampai menurut
Guntur, partisipasi masyarakat pada pemilu legislative berkurang daripada
partisipasi masyarakat pada pemilihan bupati dan wakil bupati Empat lawang
periode 2013-2018 kemarin.
“Gimana masyarakat mau
tau kalau tidak pernah disosialisasikan, kapan tahapan-tahapannya,”kata Guntur
kemarin.
Malah Guntur menilai,
gagalnya pleno KPUD soal daftar calon tetap legislative di hotel Kito kemarin
merupakan bentuk tidak disiplin dari para pegawai di KPUD Kabupaten Empat
Lawang.
Guntur
juga menyatakan bisa jadi di KPUD sekarang sudak tidak ada hubungan yang
harmonis yang menyebabkan aktifitas para pegawainya tidak disiplin da masuk
kantor.
Terpisah Ketua KPUD
Empat lawang, Muroimin Zahri melalui Sekretaris, Mursadi saat dihubungi koran
ini belum beri statement sebab beberapa kali di hubungi tidak pernah diangkat
maupun dibalas melalui pesan singkat. (Mg01)
Langganan:
Komentar (Atom)
